How to Make a Killing: Aksi Gila Glen Powell Memburu Harta Warisan 28 Miliar Dolar

1 Bekeken· 09/19/26
Bukan_LK21
Bukan_LK21
abonnees
0
In Films / Komedie

How to Make a Killing menceritakan kisah Becket Redfellow, seorang pria kelas pekerja yang sejak lahir dibuang dan dicoret dari silsilah keluarga konglomeratnya yang luar biasa kaya. Didorong oleh rasa tidak terima serta keinginan balas dendam atas ketidakadilan yang menimpa mendiang ibunya, Becket menyusun sebuah rencana kriminal yang sangat nekat demi merebut kembali warisan senilai dua puluh delapan miliar dolar. Satu-satunya cara untuk menguasai harta tersebut adalah dengan melenyapkan tujuh ahli waris lainnya yang sah secara bertahap, lalu merekayasa setiap aksi pembunuhan berantai itu agar terlihat seperti kecelakaan murni yang tidak disengaja.

Nilai jual utama dari film komedi hitam rilisan A24 ini terletak pada pesona magnetis dan karisma luar biasa dari Glen Powell sebagai Becket Redfellow. Sang aktor utama sangat piawai memerankan karakter sosiopat yang ambisius namun tetap terlihat menyenangkan, sehingga membuat penonton tanpa sadar malah mendukung aksi jahatnya. Sutradara John Patton Ford juga tergolong cerdik dalam mengemas adegan pembunuhan berantai menjadi rangkaian komedi situasi yang cepat, penuh ironi, serta dibalut dengan visual yang modis di sepanjang kota. Struktur cerita maju-mundur yang menggunakan bingkai pengakuan dosa di penjara bersama seorang pendeta juga sukses menyajikan interaksi dialog yang sangat lucu.

How to Make a Killing berhasil tampil sebagai sebuah wahana hiburan caper yang cukup menyenangkan berkat kharisma memikat dari jajaran aktor utamanya yang mampu mendongkrak kualitas materi naskah. Meskipun pengarahan alurnya masih sering terganjal oleh masalah pembagian durasi romansa yang tidak penting dan kurangnya kedalaman makna, sekuens rekayasa kecelakaan yang disajikan tetap mampu mengikat perhatian dari awal hingga akhir. Kisah perjalanan berdarah Becket Redfellow ini menjadi sebuah refleksi moral yang cukup menggelitik bahwa demi mencapai puncak tangga sosial tertinggi, keserakahan manusia sering kali menuntut pengorbanan akal sehat dan hati nurani.

Rating Akhir: 3 dari 5 bintang (⭐⭐⭐☆☆)

Laat meer zien

 0 Comments sort   Sorteer op