#prabowo

AdaAdaAjaBerita
1 Просмотры · 6 дней тому назад

Ini lucu 🤣 | Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran keras kepada sejumlah pihak yang disebutnya sebagai pakar dan kerap mengkritik kebijakan pemerintah. Dalam pidatonya, Prabowo bahkan menyebut ada pakar yang menurutnya justru menjadi "g*bl*k" karena terlalu merasa pintar.Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Ia mengatakan tidak terlalu mempersoalkan kritik yang diarahkan kepadanya, tetapi keberatan jika kritik tersebut menurutnya berubah menjadi fitnah.Menurut Prabowo, terdapat beberapa pakaryang melontarkan pernyataan yang ia kategorikan sebagai fitnah terkait gagasan dan kebijakan yang dijalankan pemerintah. Meski demikian, ia mengatakan memilih tidak memperpanjang persoalan tersebut dan hanya mencatat apa yang disampaikanSetelah melontarkan kritik tersebut,Prabowo justru menggeser pembicaraan pada tanggung jawab seorang intelektual. la mengingatkan bahwa kepakaran dan kecerdasan, menurutnya, harus berjalan bersama kejujuran ketika seseorang menyampaikan pandangan kepada publik.Prabowo kemudian menjelaskan bahwa dirinya memiliki ukuran sendiri dalam menjalankan pemerintahan. la menegaskan sumpah sebagai presiden adalah melihat Indonesia menjadi negara yang terhormat dan masyarakatnya hidup sejahtera



Dari_Notifikasi
13 Просмотры · 4 дней тому назад

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menilai pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang menyalahkan guru atas kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) justru memperkeruh masalah.

Kepala Bidang Advokasi Guru P2G Iman Zanatul Haeri mendesak Kepala BGN Sudaryono meminta maaf dan mengundurkan diri karena gagal dalam menghentikan keracunan MBG, serta meresahkan masyarakat setelah menyalahkan guru, orang tua dan wartawan yang protes dan memberitakan keracunan MBG.

Menurutnya, sumber masalah sebenarnya ada pada makanan program MBG, bukan pihak sekolah. Namun, Kepala BGN justru mengumpulkan para kepala sekolah untuk literasi gizi di tengah maraknya kasus keracunan

Kepala BGN harusnya intropeksi diri, keracunan MBG disebabkan ada persoalan serius dalam desain kebijakan MBG oleh BGN. Masalahnya di internal BGN dan SPPG. Maka salah alamat jika menyalahkan guru dan sekolah. Kenapa guru disalahkan?," kritik Iman dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Kepala BGN juga diminta berhenti membuat pernyataan yang membuat gaduh. Misal menyatakan bahwa keracunan MBG diakibatkan masalah politik dan ideologis.

"Selain tidak punya empati kepada korban keracunan MBG, Kepala BGN harus bisa menjelaskan, apakah 50.000 orang keracunan MBG, itu gara-gara masalah ideologi? dan mereka keracunan akibat perbedaan ideologi?" Iman bertanya

Kepala BGN Sudaryono menyebut bahwa
keramaian isu keracunan MBG turut dibesar- besarkan oleh sejumlah pihak di media sosial, termasuk guru, orang tua, hingga wartawan. Kendati demikian, BGN menegaskan bahwa pihak dapur dan pengawas gizi sebenarnya memiliki kewajiban mencicipi makanan terlebih dahulu.

"Satu, adalah ideologis, ini masalah urusan politik. Nomor satu. Yang ramein gurunya, yang ramein orang tua siswanya, yang ramein adalah wartawannya, yang ramein adalah orang-orang oknum yang LSM dan lain sebagainya, itu ideologis politis," klaim Sudaryono baru-baru ini.