Sirāt : Meniti Tali Tipis Takdir di Gurun Maroko
Film drama psikologis Sirāt (2025) arahan sutradara Óliver Laxe menjadi salah satu mahakarya sinema yang paling banyak diperbincangkan. Mengangkat judul yang merefleksikan eskatologi Islam mengenai jembatan penentu takdir, film peraih Jury Prize di Festival Film Cannes ini menyajikan sebuah perjalanan visual yang menghipnotis. Kisahnya berpusat pada Luis (Sergi López) dan putranya, Esteban, yang menyusuri gurun pasir Maroko demi mencari putri mereka yang hilang di sebuah festival rave.
Di tengah gempuran musik tekno industrial yang intens dan ancaman konflik global yang kian mendekat, pencarian ini berubah menjadi petualangan bertahan hidup yang ekstrem. Penonton disuguhi metafora perjalanan spiritual yang puitis sekaligus berbahaya, layaknya berjalan di atas seutas tali tipis antara harapan dan keputusasaan. Didukung sinematografi gurun yang megah namun mencekam, Sirāt sukses memberikan pengalaman sensorik mendalam bagi penikmat film filosofis.
