Chum: Terjebak Sandiwara Hiu Palsu dan Nelayan Gila Pembawa Umpan di Perairan Malta
Panggung sinema petualangan laut menyuguhkan sebuah drama survival menegangkan berdurasi delapan puluh enam menit yang mengambil latar tempat di perairan indah Malta. Cerita dalam film ini berpusat pada sepasang pengantin baru bernama Tina dan Tom yang sedang merayakan pernikahan impian mereka bersama rombongan sahabat karib di atas sebuah kapal katamaran mewah. Atmosfer pesta yang ceria seketika berubah menjadi petaka berdarah saat kapal mereka terbakar dan mereka diserang oleh seekor hiu putih raksasa yang sangat agresif. Harapan untuk selamat sempat muncul ketika sebuah kapal nelayan yang dipimpin oleh pria bernama Roy datang mengevakuasi mereka, namun kenyataan pahit segera terungkap bahwa Roy adalah seorang psikopat beringas yang sengaja menggunakan para penyintas sebagai umpan hidup demi membalaskan dendam kematian istrinya kepada sang hiu.
Kehadiran aktris berbakat Alice Eve sebagai Tina menjadi satu-satunya pilar penyelamat yang berhasil memberikan penampilan akting kelas atas di tengah kekacauan produksi film ini. Penonton disuguhkan sebuah performa yang sangat berkomitmen dari sang aktris utama saat ia berjuang menghidupkan karakter pengacara tangguh yang harus adu kecerdasan melawan ancaman ganda di atas kapal. Sutradara Jonathan Zuck juga tergolong cukup berani dalam menyajikan konsep premis unik yang membenturkan teror monster laut dengan kegilaan karakter manusia pemburu dalam satu ruang tertutup. Ditambah dengan tangkapan kamera dari sinematografer Mac Fisken yang berhasil merekam keindahan pemandangan laut Mediterania yang luas, paruh awal film ini sempat memberikan janji petualangan yang modis bagi pemirsa.
Melihat bagaimana kolaborasi antarkarakter utama hancur oleh kebodohan dialog dan buruknya pengolahan visual digital di layar kaca, film ini menjadi sebuah pembuktian yang cukup getir di industri sinema modern. Jonathan Zuck gagal memaksimalkan potensi konflik balas dendam Roy menjadi sebuah wahana horor survival yang berbobot serta menegangkan jiwa. Hasil akhir dari kisah pemancingan maut di perairan Malta yang kini beredar di berbagai platform streaming ini seolah menjadi pesan yang menggelitik bahwa deretan rekayasa kecerdasan buatan tercanggih sekalipun tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan visi artistik dan kehangatan naskah yang digarap dengan hati nurani yang tulus.
Rating Akhir: 1.5 dari 5 bintang ⭐☆☆☆☆
